Jumat, 28 September 2012

Kemendikbud: 2013, Belajar Tematik, Siswa Makin Senang

JAKARTA, KOMPAS.com — Pembelajaran di sekolah dijanjikan akan lebih menyenangkan bersamaan dengan mulai diberlakukannya kurikulum pendidikan nasional yang baru tahun depan. Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Bidang Pendidikan Musliar Kasim mengatakan, proses pembelajaran yang lebih menyenangkan karena proses pendidikan ke depan condong menggunakan cara pembelajaran yang tematik tanpa buku-buku yang rumit dan tidak dititikberatkan pada konten tertentu.

"Kalau sekarang lebih kepada konten, anak-anak dituntut harus tahu. Tetapi, nanti pembelajarannya justru akan tematik. Misalnya belajar IPA atau pertanian dengan cara mengamati hujan dan siswa akan merasa senang," kata Musliar, di gedung Kemendikbud, Jakarta, Kamis (27/9/2012).

Tak hanya itu, mantan Rektor Universitas Andalas ini menjelaskan, bahan ajar pendidikan ke depan juga akan lebih memanfaatkan situasi lingkungan. Dengan cara-cara tersebut, kompetensi yang diharapkan dapat segera tercapai.

"Kita harapkan tiga kompetensi sekaligus, yakni attitude, skill, dan knowledge," ujarnya.

Sebelumnya, Musliar Kasim menilai pendidikan nasional sudah sangat membosankan. Para siswa mulai terlihat jenuh sehingga materi yang diajarkan tidak tertancap utuh dan mudah tergerus.

Untuk itu, Kemendikbud melakukan evaluasi menyeluruh pada kurikulum pendidikan nasional yang berlaku sejak 2006. Rencananya, seluruh jenjang pendidikan di Indonesia akan memiliki kurikulum baru mulai tahun 2013.

Selengkapnya >>>

Kamis, 27 September 2012

Mengenali Anak Anda (Umur 2-3 Tahun)

Sejak akhir-akhir saya kurang menumpukan perhatian terhadap pembelajaran anak sulung saya di rumah. Mungkin disebabkan kepenatan, kesibukan suami dan kekangan masa yang saya hadapi seminggu dua ini. InsyaAllah saya akan cuba memperbaiki cara saya terutamanya dalam segi menguruskan masa bersama anak-anak. Ingin saya berkongsi cara-cara mendidik anak-anak yang berumur 2 hingga 3 tahun di rumah. Artikel ini saya ambil dari www.bicaramuslim.com. Semoga ia berguna untuk saya dan ibubapa diluar sana.

A. PERKEMBANGAN FIZIKAL
1. Sangat aktif, suka berlari dan melompat. Sekiranya berkemungkinan, ibubapa perlu menyusun atur rumah agar ada ruang yang membolehkan anak- anak bergerak tanpa rasa bimbang berlaku kemalangan dan kecederaan. Membawa anak ke taman permainan adalah satu langkah yang bijak. Di situ anak-anak dapat melakukan berbagai-bagai aktiviti fisikal di bawah pengawasan ibubapa.
2. Anak-anak di tahap ini belum dapat mengawal pergerakan otot-otot, sehingga mereka tidak dapat duduk diam dalam jangkamasa yang terlalu lama. Jadi, sia-sia saja kita meminta mereka duduk diam. Yang lebih baik ialah membiarkan mereka meneroka persekitaran sambil kita mengawasi mereka.

B. PERKEMBANGAN MENTAL
1. Daya konsentrasi sangat pendek dan mudah merasa jemu..
2. Rasa ingin tahu anak-anak di tahap ini sangat tinggi. Ibubapa perlu mengambil kira jenis alat permainan yang hendak dibeli. Permainan yang sesuai ialah permainan yang merangsang kreativiti anak-anak selain harus menarik dan tidak mudah rosak, Ajar anak menggunakan pancaindera (mendengar, melihat, menyentuh, mencium dan merasa). Libatkan sebanyak mungkin pancaindera anak dalam aktiviti seharian mereka misalnya: mendengar bunyi binatang, membawa mereka ke taman untuk melihat berbagai jenis haiwan dan sebagainya.
3. Perbendaharaan kata mereka masih terbatas di tahap ini. Gunakanlah kata-kata yang sederhana dan konkrit, baik ketika bercerita ataupun ketika bercakap dengan anak-anak. Jangan menggunakan perkataan yang abstrak misalnya: tanggungjawab, keselamatan, kebenaran, keadilan dll. Adalah lebih baik menggunakan perkataan yang disertai dengan contoh-contoh kehidupan seharian.
4. Pemikiran anak-anak di tahap ini sebenarnya lebih cepat berkembang berbanding dengan kemampuan untuk bertutur. Sebab itulah anak-anak sering didapati tergagap-gagap ketika bercakap. Ibubapa harus peka terhadap situasi ini dengan menunjukkan perhatian dan kesabaran. Bersedia untuk menjadi pendengar tanpa tergesa-gesa ataupun memaksa anak bercakap dengan lebih cepat.

C. PERKEMBANGAN EMOSI
Menyukai suasana yang sudah dikenali dan takut pada suasana baru atau orang asing. Sekiranya anak sentiasa dibawa bergaul dengan orang sekeliling, perasaan takut lama kelamaan akan hilang.

D. PERKEMBANGAN SOSIAL
1. Sifat dependent masih tinggi, namun kadang-kadang anak juga ingin menonjolkan sifat kemandirian. Biarkan anak melakukan sesuatu yang mampu ia lakukan sendiri.
2. Egocentric. Anak-anak di tahap ini cenderung memperlakukan kanak-kanak lain yang sebaya dengannya sebagai suatu benda dan bukan sebagai individu. Ia belum boleh bermain "dengan" kanak-kanak lain dalam arti kata yang sebenarnya. Oleh itu, ketika bermain dengan kanak-kanak lain, perlu ada pengawasan dari orang dewasa supaya tidak terjadi keadaan di mana anak kita akan menyakiti anak-anak lain.
3. Suka mengatakan "tidak" dan memang dalam usia ini anak bersikap "menentang". Selain itu anak juga seringkali "menguji" persekitaran dan orang-orang di sekelilingnya. Anak-anak perlu mengetahui apa yang boleh dan tidak boleh dilakukannya. Tingkah laku mereka itu pada hakikatnya merupakan suatu usaha untuk mengetahui apa yang boleh atau tidak boleh dilakukannya. Oleh karena itu ibubapa harus tegas, jika perlu, berikan hukuman yang sesuai dengan tahap umur mereka bagi kesalahan yang dilakukan supaya mereka tahu bahwa yang dilakukannya adalah salah.

E. PERKEMBANGAN ROHANI (SPIRITUAL)
1. Meniru tingkah laku orang dewasa, Sikap dan tingkah laku ibubapa harus membuat mereka memahami tentang ajaran Islam. Bermakna setiap perbuatan kita harus dikaitkan dengan ajaran Islam, seperti solat, berdo’a sebelum makan, membaca bismillah sebelum membuat sesuatu dll.
2. Anak juga berkembang dari segi rohani. Oleh itu, ibubapa perlu menolong mereka untuk menyedari tentang kewujudan Allah dalam setiap aspek kehidupan. Dengan demikian mereka akan belajar bahwa sekalipun Allah tidak dapat dilihat tapi Allah ada. Bermakna dalam setiap aktiviti kita seharian, ibubapa perlu mengaitkannya dengan kewujudan Allah.

AKTIVITI YANG SESUAI UNTUK ANAK-ANAK DI TAHAP INI
Secara fizikal, anak-anak yang berumur antara 2-3 tahun adalah anak yang suka bergerak, berlari, melompat, memanjat dan tidak boleh duduk diam untuk jangkamasa yang lama. Namun mereka cepat letih karena otot-otot belum berkembang dengan sempurna. Mereka belum dapat melakukan pekerjaan yang rumit. Ibubapa perlu menyediakan aktiviti dan permainan sederhana yang dapat anak-anak lakukan. Beberapa aktiviti yang sesuai untuk anak-anak di tahap ini ialah:
1. PERMAINAN BLOK
Gunakanlah blok-blok kayu/plastik, dan ajaklah anak-anak untuk menyusun blok-blok tersebut menurut imajinasi mereka sendiri. Biarkan mereka membuat bentuk menurut keinginan mereka, Permainan ini selain dapat merangsang perkembangan otot-ototnya, juga dapat membantu meningkatkan daya imajinasi mereka.

2. PUZZLE
Puzzle adalah permainan yang menyusun suatu gambar atau benda yang telah dipecah dalam beberapa bahagian. Jangan menggunakan puzzle yang terlalu rumit, tapi gunalah yang sederhana yang terdiri dari 5-10 keping, sehingga anak-anak dapat menyusun
dengan mudah.

3. MELUKIS
Sediakan kertas dan crayon dan biarkan anak-anak membuat gambar dan contengan menurut imajinasi mereka, walaupun pada tahap umur ini biasanya anak-anak masih belum melukis dengan sempurna.

4. MENAMPAL
Gunakan gambar-gambar sederhana yang telah dikenali oleh anak, misalnya meminta anak menampal "mata ikan" pada tempat yang sesuai. Boleh juga diberikan beberapa keping gambar dan minta anak menampalkan mengikut keinginan mereka sendiri, misalnya gambar
seorang gembala, seekor anjing, dan 3 ekor anak lembu serta sekeping kertas hijau berbentuk padang rumput yang luas. Aktiviti ini boleh juga disertai dengan aktiviti mengira. Selesai menampal gambar ajaklah anak mengira jumlah anak lembu, anjing dsbnya.
5. MEWARNA
Sediakan kertas dengan gambar di atasnya, pensil warna, atau crayon. Mintalah anak-anak mewarnakan gambar tersebut. Walaupun mereka belum dapat mewarna dengan sempurna, tapi aktiviti ini dapat melatih kepekaan mereka terhadap warna.

Itulah di antara beberapa aktiviti yang dapat dilakukan oleh anak-anak yang berumur 2-3 tahun. Semoga idea ini dapat membantu ibubapa sedikit sebanyak dalam melayani dan merangsang perkembangan anak-anak. 

Selengkapnya >>>

Selasa, 25 September 2012

MENDIDIK ANAK TAAT SYARIAH

Oleh: Ummu Azkiya
Menjadi orangtua pada zaman globalisasi saat ini tidak mudah.  Apalagi jika orangtua mengharapkan anaknya tidak sekadar menjadi anak yang pintar, tetapi juga taat dan salih. Menyerahkan pendidikan sepenuhnya kepada sekolah tidaklah cukup.  Mendidik sendiri dan membatasi pergaulan di rumah juga tidak mungkin. Membiarkan mereka lepas bergaul di lingkungannya cukup berisiko.  Lalu, bagaimana cara menjadi orangtua yang bijak dan arif untuk menjadikan anak-anaknya taat pada syariah?
Asah Akal Anak untuk Berpikir yang Benar
Hampir setiap orangtua mengeluhkan betapa saat ini sangat sulit mendidik anak.  Bukan saja sikap anak-anak zaman sekarang yang lebih berani dan agak ‘sulit diatur’, tetapi juga tantangan arus globalisasi budaya, informasi, dan teknologi yang turut memiliki andil besar dalam mewarnai sikap dan perilaku anak.
“Anak-anak sekarang beda dengan anak-anak dulu.  Anak dulu kan takut dan segan sama orangtua dan guru.  Sekarang, anak berani membantah dan susah diatur.  Ada saja alasan mereka!”
Begitu rata-rata komentar para orangtua terhadap anaknya.  Yang paling sederhana, misalnya, menyuruh anak shalat.  Sudah jamak para ibu ngomel-ngomel, bahkan sambil membentak, atau mengancam sang anak agar mematikan TV dan segera shalat.  Di satu sisi banyak juga ibu-ibu yang enggan mematikan telenovela/sinetron kesayangannya dan menunda shalat. Fenomena ini jelas membingungkan anak.
Pandai dan beraninya anak-anak sekarang dalam berargumen untuk menolak perintah atau nasihat, oleh sebagian orangtua atau guru, mungkin dianggap sebagai sikap bandel atau susah diatur. Padahal bisa jadi hal itu karena kecerdasan atau keingintahuannya yang besar membuat dia menjawab atau bertanya; tidak melulu mereka menurut dan diam (karena takut) seperti anak-anak zaman dulu.
Dalam persoalan ini, orangtua haruslah memperhatikan dua hal yaitu: Pertama, memberikan informasi yang benar, yaitu yang bersumber dari ajaran Islam.  Informasi yang diberikan meliputi semua hal yang menyangkut rukun iman, rukun Islam dan hukum-hukum syariah.  Tentu cara memberikannya bertahap dan sesuai dengan kemampuan nalar anak.  Yang penting adalah merangsang anak untuk mempergunakan akalnya untuk berpikir dengan benar. Pada tahap ini orangtua dituntut untuk sabar dan penuh kasih sayang. Sebab, tidak sekali diajarkan, anak langsung mengerti dan menurut seperti keinginan kita. Dalam hal shalat, misalnya, tidak bisa anak didoktrin dengan ancaman, “Pokoknya kalau kamu nggak shalat dosa. Mama nggak akan belikan hadiah kalau kamu malas shalat!”
Ajak dulu anak mengetahui informasi yang bisa merangsang anak untuk menalar mengapa dia harus shalat.  Lalu, terus-menerus anak diajak shalat berjamaah di rumah, juga di masjid, agar anak mengetahui bahwa banyak orang Muslim yang lainnya juga melakukan shalat.
Kedua, jadilah Anda teladan pertama bagi anak. Ini untuk menjaga kepercayaan anak agar tidak ganti mengomeli Anda—karena Anda hanya pintar mengomel tetapi tidak pintar memberikan contoh.
Terbiasa memahami persoalan dengan berpatokan pada informasi yang benar adalah cara untuk mengasah ketajaman mereka menggunakan akalnya. Kelak, ketika anak sudah sempurna akalnya, kita berharap, mereka mempunyai prinsip yang tegas dan benar; bukan menjadi anak yang gampang terpengaruh oleh tren pergaulan atau takut dikatakan menjadi anak yang tidak ‘gaul’.
Tanamkan Akidah dan Syariah Sejak Dini
Menanamkan akidah yang kokoh adalah tugas utama orangtua.  Orangtualah yang akan sangat mempengaruhi tumbuh dan berkembangnya sendi-sendi agama dalam diri anak. Rasulullah saw. bersabda:
Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Ibu dan bapaknyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi. (HR al-Bukhari).
Tujuan penanaman akidah pada anak adalah agar si anak mengenal betul siapa Allah.  Sejak si bayi dalam kandungan, seorang ibu bisa memulainya dengan sering bersenandung mengagungkan asma Allah.  Begitu sudah lahir, orangtua mempunyai kesempatan untuk membiasakan si bayi mendengarkan ayat-ayat al-Quran.  Pada usia dini anak harus diajak untuk belajar menalar bahwa dirinya, orangtuanya, seluruh keluarganya, manusia, dunia, dan seluruh isinya diciptakan oleh Allah. Itu sebabnya mengapa manusia harus beribadah dan taat kepada Allah.
Lebih jauh, anak dikenalkan dengan  asma dan sifat-sifat Allah. Dengan begitu, anak mengetahui betapa Allah Mahabesar, Mahaperkasa, Mahakaya, Mahakasih, Maha Melihat, Maha Mendengar, dan seterusnya.  Jika anak bisa memahaminya dengan baik, insya Allah, akan tumbuh sebuah kesadaran pada anak untuk senantiasa mengagungkan Allah dan bergantung hanya kepada Allah.  Lebih dari itu, kita berharap, dengan itu akan tumbuh benih kecintaan anak kepada Allah; cinta yang akan mendorongnya gemar melakukan amal yang dicintai Allah.
Penanaman akidah pada anak harus disertai dengan pengenalan hukum-hukum syariah secara bertahap.  Proses pembelajarannya bisa dimulai dengan memotivasi anak untuk senang melakukan hal-hal yang dicintai oleh Allah, misalnya, dengan mengajak shalat, berdoa, atau membaca al-Quran bersama.
Yang tidak kalah penting adalah menanamkan akhlâq al-karîmah seperti berbakti kepada orangtua, santun dan sayang kepada sesama, bersikap jujur, berani karena benar, tidak berbohong, bersabar, tekun bekerja, bersahaja, sederhana, dan sifat-sifat baik lainnya.  Jangan sampai luput untuk mengajarkan itu semua semata-mata untuk meraih ridha Allah, bukan untuk mendapatkan pujian atau pamrih duniawi.
Kerjasama Ayah dan Ibu
Tentu saja, anak akan lebih mudah memahami dan mengamalkan hukum jika dia melihat contoh real pada orangtuanya.  Orangtua adalah guru dan orang terdekat bagi si anak yang harus menjadi panutan.  Karenanya, orangtua dituntut untuk bekerja keras untuk memberikan contoh dalam memelihara ketaatan serta ketekunan dalam beribadah dan beramal salih.  Insya Allah, dengan begitu, anak akan mudah diingatkan secara sukarela.
Keberhasilan mengajari anak dalam sebuah keluarga memerlukan kerjasama yang kompak antara ayah dan ibu. Jika ayah dan ibu masing-masing mempunyai target dan cara yang berbeda dalam mendidik anak, tentu anak akan bingung, bahkan mungkin akan memanfaatkan orangtua menjadi kambing hitam dalam kesalahan yang dilakukannya. Ambil contoh, anak yang mencari-cari alasan agar tidak shalat.  Ayahnya memaksanya agar shalat, sementara ibunya malah membelanya. Dalam kondisi demikian, jangan salahkan anak jika dia mengatakan, “Kata ibu boleh nggak shalat kalau lagi sakit. Sekarang aku kan lagi batuk, nih…”
Peran Lingkungan, Keluarga, dan Masyarakat
Pendidikan yang diberikan oleh orangtua kepada anak belumlah cukup untuk mengantarkan si anak menjadi manusia yang berkepribadian Islam.  Anak juga membutuhkan sosialisasi dengan lingkungan tempat dia beraktivitas, baik di sekolah, sekitar rumah, maupun masyarakat secara luas.
Di sisi inilah, lingkungan dan masyarakat memiliki peran penting dalam pendidikan anak. Masyarakat yang menganut nilai-nilai, aturan, dan pemikiran Islam, seperti yang dianut juga oleh sebuah keluarga Muslim, akan mampu mengantarkan si anak menjadi seorang Muslim sejati.
Potret masyarakat sekarang yang sangat dipengaruhi oleh nilai dan pemikiran materialisme, sekularisme, permisivisme, hedonisme, dan liberalisme merupakan tantangan besar bagi keluarga Muslim.  Hal ini yang menjadikan si anak hidup dalam sebuah lingkungan yang membuatnya berada dalam posisi dilematis.  Di satu sisi dia mendapatkan pengajaran Islam dari keluarga, namun di sisi lain anak bergaul dalam lingkungan yang sarat dengan nilai yang bertentangan dengan Islam.
Tarik-menarik pengaruh lingkungan dan keluarga akan mempengaruhi sosok pribadi anak.  Untuk mengatasi persoalan ini, maka dakwah untuk mengubah sistem masyarakat yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam mutlak harus di lakukan. Hanya dengan itu akan muncul generasi Islam yang taat syariah. Insya Allah. []

Selengkapnya >>>

Tawuran Pelajar

Liputan6.com, Jakarta: Polres Metro Jakarta Selatan telah memeriksa sedikitnya empat orang saksi yang diduga terkait dengan peristiwa tawuran pelajar di Jalan Bulungan Raya, Blok-M. Akibat tawuran ini seorang siswa SMAN 6 Jakarta Alawy Yustianto Putra (15), tewas terkena benda tajam. "Sudah empat saksi yang diperiksa. Dua dari siswa, dan dua dari guru SMAN 6," kata Kepala Polres Metro Jakarta Selatan Kombes Polisi Wahyu Hadiningrat, Senin (24/9) malam.

Menurut Wahyu, pihaknya belum memeriksa saksi dari pihak yang diduga melakukan penyerangan terlebih dulu yakni siswa SMAN 70. Berdasarkan keterangan saksi, identitas pelajar yang melakukan penyerangan diketahui dari atribut sekolah yang dikenakan. "Penyerang terlihat dari seragam dan atribut sekolahnya. Kita juga berhasil menyita arit yang ada noda darah, dan sedang diperiksa di laboratorium," ujarnya.

Dia menambahkan, pihaknya masih mendalami motif dari penyerangan sehingga terjadi tawuran antar pelajar tersebut. "jika sudah diperoleh data tersangka kita akan langsung lakukan pengejaran," tegas Wahyu. Pelaku akan dikenakan tiga pasal yaitu pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan secara bersama-sama, dan pasal 351 tentang penganiayaan.

Peristiwa tawuran antara Pelajar SMAN 70 dan SMAN 6 Jakarta kembali terlibat tawuran di ruas Jalan Bulungan Raya, Jakarta Selatan, Senin (24/9) siang. Satu korban meninggal dunia akibat luka tusuk (baca: Tawuran SMAN 70 dan SMAN 6, Satu Pelajar Tewas). Peristiwa perkelahian ini membuat prihatin semua pihak termasuk Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. (ARI)

Selengkapnya >>>

"Meski Beralaskan Terpal, Mereka Sudah Bisa Baca Tulis"

MANADO, KOMPAS.com - Beberapa anak muda yang tergerak peduli terhadap anak-anak yang kurang beruntung sehingga tidak bisa menikmati bangku sekolah membentuk Komunitas Dinding. Visi mereka adalah membagi berkat Tuhan yang telah diterima bagi anak-anak yang kurang mampu.

"Kami secara rutin setiap Sabtu membuka kelas belajar bagi anak-anak yang tidak punya kesempatan menikmati sekolah formal," ujar Koordinator Komunitas Dinding, Jenly Bonde ketika ditemui sewaktu mengajar anak-anak di Pasar Bersehati Manado, Sabtu (22/09/2012).

Telah dua tahun sejak Februari 2010, Komunitas Dinding mencoba memberikan pelajaran gratis bagi anak-anak para pedagang yang berada di Pasar Bersehati. Ada 120 anak yang terdaftar, namun hanya 60 anak yang aktif.

"Kini mereka sudah bisa baca tulis," ujar Jenly yang masih berusia 21 tahun ini. Hari itu ketika pasar mulai sepi dari pembeli, di waktu istirahat para orang tuanya, sekitar pukul 1 siang, Komunitas Dinding kembali menyapa anak-anak Pasar Bersehati.

Dengan peralatan seadanya mereka membuka ruang kelas di lantai 3 yang tidak terpakai. Hanya beralaskan terpal dan meja seadanya, puluhan anak-anak semangat mengikuti pelajaran yang diberikan oleh para sukarelawan.

"Kami membuka diri bagi siapa saja yang ingin mengajar anak-anak ini. Tidak perlu harus punya jadwal tetap, yang penting datang dengan tulus dan siap mengajar," jelas Jenly lagi.

Komunitas ini mendanai kegiatan mereka dari saku mereka sendiri. Komunitas yang diisi beragam profesi ini malah tidak mau menerima sumbangan dalam bentuk uang tunai.

"Kami lebih menghargai jika bantuan yang diberikan dalam bentuk barang, misal buku, alat tulis dan meja," ujar Jenli.

Bukan hanya memberi pelajaran gratis, tetapi Komunitas Dinding juga memberikan pelayanan pengobatan gratis. Maklum beberapa diantara anggota Komunitas Dinding merupakan tenaga kesehatan masyarakat, baik dokter maupun perawat.

Kini ada sekitar 30 kepala keluarga yang merupakan pedagang di Pasar Bersehati menjadi binaan mereka. Apa yang dilakukan anak-anak muda ini menjadi salah satu bukti bahwa mereka juga peduli berbagi dengan warga yang tidak mampu tanpa perlu tergantung pada dana dari pemerintah. Sebuah teladan yang patut diapresiasi. (K73-12)

Selengkapnya >>>

Sabtu, 22 September 2012

Bansos PAUD BAKTI BUNDA TANJUNGPINANG







Penyerahan Bantuan Sembako pada Masyarakat sekitar Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) AZ-ZAHRA/PAUD BAKTI BUNDA Tanjungpinang Kepulauan Riau
(kanan : Pimpinan PKBM/PAUD (Nusariadi, S.P) tengah Ketua RT (bu Mursih) kiri : penerima Bansos

Selengkapnya >>>

Kamis, 20 September 2012

KISAH SUKSES PESERTA DIDIK KURSUS & PELATIHAN

DATA TERBARU
NoNama JudulNama LKP
1ZulkhairiPenjual Madu Keliling Menjadi Service Panggilan AC LKP Cahaya Terang
2Tuha YeniHidup Layak Setelah Kursus LKP Asiah
3Tri MartonoBisa Menabung Dari Hasil Budidaya Ikan LKP Ghaza Smile
4Thabrani, Rusdi, Jajang Mamuji, Dody, Budi HSiap Mandiri dengan Kursus Komputer LKP LPTO Siap Mandiri
5Sunandar FahmiMeneruskan Kuliah Dan Buka Kursus Komputer LKP Widya Nusantara
6SariSelesai KURSUS Langsung Buka Usaha LKP Ferry / Salon Ferry
7RosmaniahGagal PNS Buka Usaha Salon LKP Asiah
8Neni Triana NurhayatiMenyesal Tak Kursus Sejak Dulu LKP Ikhwan Cendekia
9Umi Sa’adahKursus Tata Boga Berkeja di Restoran Jepang LKP Enesce Surabaya
10Tuwuh WahyudiDari Kuli Pasir Menjadi Mekanik AHAS LKP IPTTI
11Tina SholihahBuka Salon Modal 500 Ribu Rupiah LKP Hedy's
12SuhendarDari mencuci piring sampai menyulap wajah LKP Yuyu
13RosmayaBelum Selesai Kursus Order Sudah Banyak LKP Karya Jelita (pusat)
14Rose HartiniBerbekal Kursus Menjadi Karyawan Dept. Store LKP Alfabank
15RomliIkut Kursus Karena Bosan Jadi Karyawan LKP Pelita Massa
16NurliahPengusaha Salon di Tanah Rantau LKP Tria Beauty School
17HARAPAN BANGSAKarena Kursus Menjadi Teknisi Komputer LKP HARAPAN BANGSA
18Lina UlandariIkut Kursus Komputer Untuk Meningkatkan Karir LKP Ikhwan Cendekia
19Lia MardianaTamatan SMP Menjadi Pengusaha Salon LKP Tria Beauty School
20Romadhany SitanggangKursus Desain Menjadi Pengusaha Cetakan LKP Teknokrat
21Rita Husni AmdBuruh Pabrik Menjadi Pemilik Usaha “Ratu Mode” LKP YULIANA COSTUME
22IpanBerbekal Kursus Menjadi Perancang Busana LPK SARASWATI
23Renita PandianganMenjadi Penata Rias Setelah Ikut Kursus LKP Lonari
24Imam SuparnoWalau di Desa, Tidak Kalah Dengan Kota LKP Imam Salon
25RatniSukses Membuka Usaha Jahitan dan Instruktur LKP Fatma Kustum
26Imam KurniawanBermodal Kursus Beromset Puluhan Juta LKP Alfa Bank
27Ratika YaniBisa Kuliah Setelah Kursus LKP Ernala
28Okzi Okmala DewiDari Karyawan Kini Pengelola Sanggar Rias LKP Markem
29Oki Setiana DewiKursus Modeling Menjadi Artis Film LKP Silhouette Training Centre
30HasanudinKursus Gratis Membawanya ke Negeri Jiran LKP Karya Jelita (pusat)
31Dias WuriMandiri Dengan Membuka Usaha Salon LPK VITRI
32Dede RohimahKursus mengubah Guru TPA Menjadi Wirausaha Salon LKP Hedy's
33Datik OctavianiModal Kursus Kerja di Telkom LKP Magistra Utama Surakarta
34Danang Cahyo SuryonoKursus Menjembati Memasuki Dunia Kerja LKP IMKA Surakarta
35Muji HartutikKarena Kursus Mudah Mencari Kerja LKP Ferry / Salon Ferry
36CucumDari Penjaja Makanan Punya Salon Sendiri LKP Hedy's
37MisranBosan jadi Karyawan Buka Usaha Tekhnisi HP LKP C COUNT FLASHER
38Budi MaryantoKursus Komputer Bekerja Di Video Editing LKP Terra Computer System Kediri
39MarianiMenjadi Pengusaha Karena Kursus Gratis LKP RIDA
40Aulia AbdurrahmanModal Kurus Gratis Bisa Buka Salon & Spa LPK VITRI
41MahfuddinKorban Tsunami Menjadi Pengusaha Foto Copy LKP Kreatif
42Atus JulianKerja di Hotel Setelah Ikut Program KPP LKP LPT Panghegar
43Muhammad AriefPengangguran Menjadi Teknisi AC LKP Cahaya Terang
44AnwarDari Pengamen Jalanan Menjadi Teknisi HP LKP Lembaga Pendidikan Teknologi Terapan Indonesia (LPTTI)
45Ami RatnawatiBisa Kerja dan Kuliah Setelah Kursus Gratis LKP Ikhwan Cendekia
46Kiki ChandraKursus Gratis mengubah Abang Becak Jadi Tekhnisi HP DYNASTY COMPUTER
47Joko WaluyoTamatan SD Jadi Operator Warnet LKP Colorado Course
48Jhohansyah EffendiMudah Dapat Kerja Setelah Kursus Desain Grafis LKP Widya Nusantara
49Erny. ABerbekal Kursus Buka Usaha Bordir LKP Fatma Kustum
50ErawatiPembantu Rumah Tangga Menjadi Pengusaha Salon LKP Vidal
51Dita YuniatiPembantu Rumah Tangga Jadi Instruktur Kursus LKP Mayang Sari
52Dina FranitaliaDari Hobby Hingga Menjadi Pengusaha LKP Vidal
53Abdul KarimBerawal Guru Privat Kini Memiliki LPK LKP Teknokrat
54Ahmad JuandaKursus Gratis Juanda Bisa Mandiri LKP MD Collection
55TeddyModal Kursus Menjadi Pimpinan Cabang Telkom LPK YPA HANDAYANI
56SyariefDari Kursus Gratis Membuka Counter HP LKP Widyaloka Palu
57Stientje ParengkuanDari Menerima Jahitan Akhirnya Membuka Kursus LKP Modern
58SelviBuka Usaha Warung dari Program KWK LKP Annita
59MuzdalifaBisa Kerja Setelah Kursus Komputer LKP Widyaloka
60M.TaufikUsaha Service HP Setelah Kursus LKP Widyaloka Palu
61Indra, Agam Amar & M. HirvansyahLulus Kursus Elektronika (Teknisi Handphone) Buka Counter HP Sendiri LKP Widyaloka Palu
62AdriyantoKursus Komputer Jadi Tenaga Honorer LKP Widyaloka Palu
63Yoz Sasmita KurniawansyahKursus Sambil Bekerja Menjadi Instruktur LKP Kharisma
64Yoz Sasmita KurniawansyahKursus Sambil Bekerja Menjadi Instruktur LKP Kharisma
65Umi MarlinaKarena Kursus Adikku dapat Sekolah Lagi LKP Airlangga College
66MariyatiMelalui Kursus Melepas Gelar “GAKIN” LKP Hanni Modess
67HendriTerbebas dari Kemiskinan Setelah Kursus Farmasi LKP Medika Husada
68AgustinaKursus Spa Gratis Berkeja di Salon Kecantikan LKP FAJAR
69NovaMengubah Koran Bekas Jadi Suvenir Cantik LKP Nice Hady Craft
70Ninik PurwiyandariLulus Kursus Membuka Kursus Dan Usaha Jahit LKP Modes Kartini muda
71Ni Putu LendriasihTambah Penghasilan Setelah Kursus Spa LKP The Padmastana Training Center
72Ni Nyoman RingunIbu Rumah Tangga menjadi Ahli SPA di Hotel LKP The Padmastana Training Center
73Ni Ketut SulasihDari Cleaning Service menjadi Ahli SPA LKP The Padmastana Training Center
74MuknimLulus KPP Langsung Di Rekruit Kerja LKP Modes Kartini muda
75Maria AfridaIngin Bantu Suami Buka Salon Kecantikan LKP The Padmastana Training Center
76Made SuartaSukses Usaha Menjual Jasa Pijat Refleksi LKP The Padmastana Training Center
77Herman NuslebaPilih Kursus Menjahit Karena Mudah Cari Kerja LKP Citra Busana
78Heny SuryaniTunarungu Punya Usaha Menjahit LKP Modes Kartini muda
79Gusti Ayu Nyoman PuspitawatiIkut Pelatihan Therapi Spa Ekonomi Keluarga Meningkat LKP The Padmastana Training Center
80DodyPerantau asal Surabaya Usaha Service AC mobil Yayasan Gema Swastika
81Ahmad SumariKursus Membawa Sumari Sukses di Bali LKP Asrie Modesta
82Srie MaryatiMembuka Usaha Jahitan Hingga Memiliki LPK LKP Asrie Modesta
83Naomi LatumahinaDari Kursus Merubah Hidup LKP Jayanegara
84Margareht AdjiLulusan Program Bantuan Sosial Kursus Wirausaha Kota (KWK) Langsung Kerja LKP Prayer Com
85Mansye FernandusTukang Becak Menjadi Teknisi Komputer LKP Jayanegara
86HasriBermodal Kursus Bekerja di Perusahaan Retail LKP Pometia
87Eko Yanuar AntoMagang Saja Sudah Digaji LKP Pometia
88ImranBisa Kerja di Pemda Karena Ikut Kursus LKP Pometia
2012 © Direktorat Pembinaan Kursus & Pelatihan
Ditjen Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal - Kementerian Pendidikan & Kebudayaan
website: http://www.infokursus.net - email: ditbinsus@yahoo.co.id

Selengkapnya >>>